Ceritaku13 Oktober 20264 menit baca

Ketika Sekolah Adalah Tempat Teramah

Sekolah yang menjadi tempat untuk belajar nyatanya juga menjadi tempat teramah untuk diri sendiri.

1 views· 0 tanggapan
Ketika Sekolah Adalah Tempat Teramah

Sekolah

Rasanya mungkin bagi sebagian besar orang sekolah adalah tempat yang paling malas untuk dikunjungi. Aturan, pelajaran, tugas yang tidak kunjung berhenti terasa memuakkan. Guru killer yang menakutkan pun tak ayal menjadi salah satu alasan. Namun, sekolah yang hanya bisa dirasakan sekali dalam seumur hidup pun membawa kenangan yang mungkin tidak akan pernah dilupakan. Sekolah yang membawa kita bertemu kawan, menemukan banyak pengalaman, dan kenangan yang akan menetap dalam ingatan. Di balik tugas yang menumpuk dan hari-hari yang melelahkan, sekolah menyimpan banyak sekali cerita. Bagi sebagian orang, sekolah bukan lagi tempat menakutkan tapi tempat teraman untuk menjadi diri sendiri.

Menjadi guru BK, membuat saya menyadari bahwa peserta didik mempunyai banyak hal rumit yang ada dalam benak, banyak beban yang mungkin tidak bisa diceritakan, tetapi sekolah menjadi tempat untuk sejenak melupakan. Sekolah yang mungkin bagi sebagian orang menyebalkan menjadi tempat yang justru paling aman untuk pulang. Tempat tawa tumbuh di sela pelajaran yang tercipta. tempat untuk memahami sebuah arti dari kebersamaan.

Mungkin, itulah hal yang membuat sekolah memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Ada yang mengingatnya sebagai tempat untuk menemukan sahabat, ada yang mengenangya sebagai tempat belajar dalam menghadapi kegagalan, dan ada pula yang baru menyadari betapa berharganya semua itu ketika sudah berlalu. Sebab, tidak semua hal yang kita dapatkan di sekolah tertulis di buku pelajaran, sebagian besar justru hadir melalui pertemanan, percakapan sederhana, dan pengalaman yang tanpa sadar membentuk diri kita hari ini.

Dari pengalaman saya menjadi guru di sekolah membuat saya menyadari bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk sekedar belajar, tetapi juga tempat dimana kita mengetahui arti dari sebuah pertemanan, kebebasan, dan kebersamaan. Saya juga terus belajar bahwa menjadi guru berarti belajar untuk memahami tanpa harus menghakimi. Dari sana, saya mulai memahami bahwa setiap anak memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari perilakunya. Anak yang terlihat ceria belum tentu tidak memiliki kesulitan, begitu pula anak pendiam yang belum tentu tidak memiliki sesuatu yang dipendam. Sebagai calon guruu BK, saya mnyadari bahwa mendampingi peserta didik bukan hanya tentang membantu mereka menemukan jalan keluar, namun juga menciptakan ruang aman yang membuat mereka merasa didengar. Saya juga berharap bisa menciptakan sekolah yang ramah pada anak dan membuat mereka bisa bercerita dan menemukan makna dari setiap pengalaman yang ada.

Dewasa ini pun saya menyadari bahwa sekolah yang dulu saya takutkan menjadi tempat yang saya rindukan. Barangkali, begitulah waktu bekerja, mengubah hal yang ditakuti menjadi hal yang terkadang membuat kita ingin kembali.

Mungkin, pada akhirnya mengajar bukan hanya tentang menyampiakn apa yang kita ketahui, tapi tentang menemani seseorang bertumbuh dan menemukan arti dari perjalanan hidupnya. Saya berharap suatu hari nanti sekolah bukan hanya dikenang sebagai tempat yang mengekang tapi menjadi tempat dimana seseorang bisa didengar dan diterima. Tempat dimana setiap orang menemukan kawan, berbagi cerita, belajar dari kesalahan, dan tumbuh tanpa harus takut menjadi dirinya sendiri.

#Sekolah#Kelas#Cerita

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.